09 Apr

Sejarah Singkat

E-mail Cetak PDF

Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNI-BB) atau Indonesian National Committee on Large Dams (INACOLD) merupakan organisasi profesi nirlaba yang bergerak dalam bidang bendungan besar dan berinduk kepada organisasi internasional yaitu International Commission on Large Dams (ICOLD), yang berkantor pusat di Paris. Berdasarkan data dari ICOLD, sejak tahun 1930 INACOLD telah tercatat sebagai anggota ICOLD. Pada tahun 1950 atas inisiatif Prof. Dr. Ir. Sedijatmo (Alm) yang merupakan salah satu Pendiri KNI-BB, Negara Republik Indonesia didaftarkan sebagai anggota ICOLD dan hal ini merupakan embrio lahirnya KNI-BB pada masa berikutnya. Pada tahun 1967, terbentuklah Komite Eksekutif dan pertama kali sebagai Ketua adalah Ir. Masduki Umar (Alm). KNI-BB secara resmi didirikan pada tanggal 03 April 1972, yaitu sejak Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNI-BB ditetapkan oleh Komite Eksekutif. Ketua Umum KNI-BB selanjutnya adalah Prof. Ir. Suryono (Alm) dan Ir. K Putra Duarsa (Alm).

Sejak didirikan, KNI-BB bertempat kedudukan di Jl. H. Agus Salim No. 69, Jakarta Pusat, yang juga merupakan kantor Sekretariat KNI-BB, dan merupakan bagian dari ruangan Kantor Perwakilan Perum Jasa Tirta II (eks. Perum Otorita Jatiluhur).

ICOLD merupakan organisasi profesi internasional dibidang bendungan besar, didirikan tahun 1928 dan mempunyai misi utama mendorong para anggota-anggotanya kearah perbaikan-perbaikan dalam bidang pembangunan bendungan yang meliputi desain dan pelaksanaan konstruksi serta pengelolaan bendungan yang mencakup pengoperasian dan pemeliharaan. Kegiatan tersebut dilakukan dengan cara mengadakan kegiatan rutin tahunan, antara lain: Pertemuan Tahunan (Annual Meeting), Pertemuan Komisi Teknis (Technical Committee Meeting) dan Congress (setiap 3 tahun) sebagai ajang tukar menukar informasi bagi para anggotanya, mengenai perkembangan teknologi bendungan yang sedang berkembang di masing - masing negara.

Latar belakang berdirinya ICOLD dilandasi oleh kebutuhan para anggotanya untuk memperoleh informasi mengenai keamanan bendungan, mengingat banyaknya kegagalan konstruksi bendungan pada saat itu yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa. Pada saat didirikan ICOLD beranggotakan 26 negara (member countries) dan sampai saat ini telah menjadi 95 negara (member countries) dengan lebih dari 10.000 Anggota Perorangan (members).

Visi
Terwujudnya pembangunan dan pengelolaan bendungan besar dalam rangka pengelolaan sumber daya air yang lebih efektif dan efisien guna peningkatan kesejahteraan masyarakat.

MISI:
  1. Pengembangan bidang perencanaan, pembangunan dan pemeliharaan serta pengelolaan bendungan besar
  2. Meningkatkan mutu keahlian dan peran / tanggung jawab para ahli teknik bendungan Indonesia dalam bidang bendungan besar
  3. Ikut berperan serta meningkatkan kemakmuran masyarakat Indonesia dengan memanfaatkan dan mengendalikan sumber daya air melalui pembangunan bendungan besar.